Rabu, 29 Januari 2020

What Do You Think About Japan??

Buat kalian yang sudah atau belum pernah ke Jepang, penting banget untuk mengetahui beberapa hal tentang Jepang, diantaranya :


  1. Jepang itu negara yang bersih. gak ada yang namanya buang sampah sembarangan.kalo gk nemu tong sampah, sampah wajib dikantongin sampai menemukan tempat sampah.
  2. Tepat waktu. Soal ketepatan waktu gak usah ditanya lagi. Gak ada yg namanya kereta ngaret dan udah terintegrasi sama google.jadi telat 1 detik juga jangan harap bakal ditungguin. Dan kalo kita udah ketinggalan kereta di peron 1, kereta selanjutnya bisa datang dari peron 2. Oleh karena itu siapin kaki yang kuat buat naik turun tangga ngejar kereta.
  3. Orang-orangnya baik dan ramah. jadi kalo kita nanya alamat, kita gak cuma ditunjukin tapi langsung dianterin. Kalo kita nanya ke petugas di bandara atau stasiun, mereka akan menjelaskan sedetail mungkin, sampe bawa-bawa peta.
  4. Tranportasi publik yang nyaman dan cepet. Walaupun keretanya penuh tapi gak sampe desek-desekan, gak ada yg ngeluh. Semua mau antri, baris dengan tertib dan teratur. Mereka mempersilahkan orang yang turun dulu, baru naik.
  5. Kloset duduk yg unik dengan banyak tombol dan fungsi yang berbeda. Pertama kali ke Jepang pasti bingung karena banyak banget tombol di Klosetnya, tapi lama-lama kalian akan mengerti dengan sendirinya. Jadi, perbedaan tombol itu adalah perbedaan air yang keluar dari klosetnya. Dam tisu harus dibuang kedalam kloset. karena tisu di jepang merupakan sampah yang bisa terurai dengan air.
  6. kamar mandi ukuran 1m x 1m. Entah kenapa kamar mandi disana hanya didesai dengan ukuran 1x1m. Mungkin karena orang Jepang kurus-kurus kali ya. Kamar mandi di Jepang sudah menyediakan shampo, sabun dan conditioner dalam ukuran besar yang dapat kalian gunakan sepuasnya. Jadi, jika kalian pergi ke Jepang tidak perlu lagi membawa sabun, shampo dan conditioner karena sudah disediakan secara gratis dari pihak hotel.
  7. Payung transparan di jepang yang anti badai. Jadi, semua payung di Jepang itu berwarna putih transparan, gak adalah payung bunga-bunga macam di Indonesia tapi fungsinya sungguh luar biasa, karena payung ini mampu menahan angin topan. Jadi, walaupun ada angin sekencang apapun, payung ini tetap koko dan gak meleyot. Daan ketika kita berkunjung ke restoran di kala hujan, payung harus diletakkan di tempat yang telah disediakan, biasanya di luar restoran. Nah, pas kita selesai makan, ternyata payung kita udah gak ada, tapi ada payung orang lain. Jadi, karena warna dan bentuk payung yang sama, orang Jepang tidak terlalu memperdulikan ini payung milik siapa, jadi salah ambil itu hal biasa. 
  8. Vending machine dimana-mana, mulai dari vending machine minuman, cemilan, makanan, banhkan sampe vending machine baju (tapi saya belum pernah liat yang ini). Jadi kalian gak perlu antri dateng ke store.
  9. Sevel, family mart, good days dimana-mana dan semuanya pasti rame. Rata-rata mereka sekedar membeli cemilan, minuman atau kebutuhan sehari-hari. Mungkin kalo di Indonesia seperti Alfamart atau Indomaret.
  10. Makanan jepang yang enak- enak. Dari mulai roti, onigiri, bento, chiki, es krim, Spagehti dll. Ada juga roti berisi selai kacang merah (saya rasa belum ada di Indonesia). Onigiri dari mulai rasa original, seaweed, buah plum hingga tuna mayonise semuanya enak. Bento nya juga enak-enak. Kalo spageti nya saya gak berani nyoba, karena banyak yang tidak halal.
  11. Porsi ramen yang super gede. Saya tidak tahu apakah orang Jepang makan dengan porsi sebanyak itu. Tapi menurut saya porsinya memang teralu besar. Jadi ada 3 porsi yang bis akalian pesan, diantarnya Standar, medium dan Large. Bagi say porsi standar saja sudah sangat banyak, apalagi porsi large.
  12. Harga air mineral 1,5 liter lebih murah daripada yg 600 ml. Harga air mineral 600 ml biasa dibandrol dengan harga 130 yen atau sekitar 15.000 rupiah, tapi harga 1,5 liter air mineral hanya dibanerol dengan harga 97 yen atau 12.000 rupiah saja.
  13. Harga baju di uniqlo jepang lebih murah daripada di indonesia. Kalo saya lihat di outlet-outlet Uniqlo di Indonesia, harga baju-baju Uniqlo itu sekitaran 999k. Tapi di Jepang sekitaran 6000 yen.
  14. Orang jepang nih jarang banget ngobrol sesama tpurist, kecuali touristnya yg nanya.kalo di kereta mereka lebih sering main HP, baca buku atau ngobrol sm temennya. Jadi bisa dibilang cuek-cuke gitu. 
  15. Orang jepang itu sangat mengutamakan penampilan, dari cara mereka berpakaian, mereka itu sangat stylish. Baju mereka bersih, rapi, wangi dan semua yang mereka gunakan terlihat elegant. Rata-rata cowoknya menggunakan jas, ceweknya menggunakan rok dan coat. Bahkan ketika saya mengantri toilet di Statiun, seorang wanita sedang mengeriting rambutnya. Jadi dimanapun dan dalam keadaan apapun, mereka harus terlihat cantik dan ganteng. Oh, iya rata-rata wanita di Jepang memakai rok pendek, namun mereka tetap aman karena tidak ada laki-laki yang menggoda mereka. Laki-laki di jepang sangat sopan.
  16. Jika kalian bertemu dengan wanita yang mebawa stroller dengan 2 anak, lalu ingin masuk ke dalam kereta yang penuh, kalian akan melihat kondisi dimana tidak ada seorangpun laki-laki yang membantu. Karena membantu wanita di Jepang, bisa dianggap tidak sopan.
  17. Jika kalian sedang duduk didalam bus umu, lalu kalian menemukan seorang lelaki tua yang baru naik bus. Lalu kalian menawarkannya duduk, mereka akan sangat menolak, banhkan mungkin tersinggung. Karena orang Jpenag walaupun sudah tua, mereka sangat kuat-kuat.
  18. Bisa tarik tunai di ATM manapun di jepang minimal ¥ 10.000. Jadi gak usah pusing kalo kekurangan duit, yg penting kartu ATM nya ada isinya
  19. Rata-orang orang jepang menggunakan iphone.
  20. Setiap sore sepulang kerja, biasanya orang Jepang akan berkumpul dan bercengkrama dengan teman-temanya di restoran. 
  21. Olahan serba greentea, seperti ice cream, cokelat, dll

Jika menurut kalian ada yang kurang, kalian bisa menambahkan di kolom komentar

Senin, 13 Januari 2020

DAY 9-11 : Strolling Around Tokyo

Sudah 8 hari kita berada di Jepang, dan ini adalah hari ke-9 itu artinya kita sudah tidak bisa lagi memakai JR Pass. Karena JR Pass kita hanya bisa digunakan selama 7 hari. Dan selama 2 hari ke depan kami akan keliling tokyo menggunakan Tokyo Subway Metro Ticket dan hari terakhir persiapan kami pulang ke Indonesia.
Kami sudah membeli tiket saat di indonesia. Kami membeli lewat klook. Aplikasinya sangat mudah sekali digunakan. Setelah selesai pembayaran, E-Voucher akan terbit dan E-vocher dapat kita tukarkan di Jepang. Saat itu saya menukar E-Voucher di Narita Airport terminal 2. Dan waktu penggunaanya sudah kita cantumkan saat pemesanan.

New Tokyo Subway 24, 48 and 72-hour tickets

Tokyo Subway Metro pass terdiri drai 3 jenis, yakni 24 jam, 36 jam dan 72 jam. Tiket ini akan aktif  pada saat pertama kali kita menggunakan. Misalnya, kita baru menggunakan tiket ini pukul 09.00 pagi dan tiket ini akan berlaku sampai 24 jam ke depan atau jam 09.00 hari berikutnya. Saya memesan tiket Tokyo Subway 72 hours. Kartu ini bisa digunakan untuk jalur Subway dan metro, namun tidak bisa digunakan di JR Line. Untuk harganya 24 jam 100.000, 36 jam 150.000, dan 72 Jam 200.000. 
Jalur Tokyo Subway Metro Line terdiri dari Asakusa Line, Shinjuku LIne, Hibya Line, Cyoda Line, Ginza Lne, Tozai Line, dll.. Untuk Tokyo Subway Route Map bisa dilihat disini
Tempat-tempat di Tokyo yang kami kunjungi, antara lain :
  • Tokyo Tower
  • Senso-Ji temple
  • Tokyo Plaza Harajuku Omotesando

  • Ueno Park

  • Ameyoko, Ueno Night Market
  • Meiji-Jingu Temple
  • Hachiko-Statue
  • Shibuya Crossing
  • Chiba Park
Banyak lagi tempat di Jepang, namun karena hari itu hujan dan kita fokus berbelanja oleh-oleh, jadi kita tidak bisa mengeplore banyak tempat. Dan semua tempat di Tokyo bisa kita kunjungi dengan menggunakan Tokyo Subway Metro Pass.


Day 8 : Menikmati Musim Gugur di Nikko

Nikko adalah sebuah tempat di Prefekture Kanto. Nikko berada diketinggian 1400 m diatas permukaan laut. Nikko sangat tepat dikunjungi pada musim gugur. Dan musim gugur di Nikko berlangsung dari Bulan September-November. 
Dari Tokyo, kalian bisa menggunakan Jr Chuo-Line ke Utsunomiya Station. Dari Utsunomiya Station kalian bisa menggunakan JR Nikko Line dan turun di JR Nikko Station selama 1 jam.


Dari Nikko Station banyak ditawarkan paket perjalanan. Tergantung tujuan kita mau kemana. Berikut, rincian rute pass Nikko Tobu Bus. Semua tiket berlaku untuk 2 hari.
  • Bus Pass berwarna Hijau Muda sampai Yumoto Onsen dengan harga 3000 yen untuk dewasa dan 1500 yen untuk anak-anak
  • Bus Pass berwarna Pink sampai Sanbomatsu dengan harga 2650 yen untuk dewasa dan 1330 yen untuk anak-anak.
  • Bus Pass berwarna kuning sampai Chuzenji Onsen dengan harga 2100 yen untuk dewasa dan 1050 untuk anak-anak
  • Buss Pass berwarna Hijau Tosca sampai Krifuri No Taki dengan harga 600 yen untuk dewasa dan 300 yen untuk anak-anak
  • Dan World Heritage Sighseeing Bus dengan harga 500 yen untuk dewasa dan 250 yen untuk anak-anak yang berlalu satu hari. 
Dan semua tiket tersedia di Tobu Nikko Tourist Centre atau JR Nikko Station Ticket Office.
Saya membeli Tobu Buss Pass berwarna pink, karena tujuan saya adalah Senjogahara dan Ryuzu Fall. Setelah membeli ticket, kami menunggu di Bus Stop. Kita akan menaiki puncak dengan bus, jalan berkelok-kelok irohazaka disebelah kanan jurang dan sebelah kiri tebing tinggi ditambah kabut tebal membuat kami terus membaca doa sepanjang jalan. Apalagi supirnya perempuan dan sudah cukup tua. 
Bus akan berhenti di tiap halte yang sudah diberi nomer. Setelah menmpuh perjalanan selama 1 jam, akhirnya kami tiba di pemberhentian no. 39 yakni, senjogahara Moor. Yup, tujuan kita kali ini adalah ke Senjogahara Moor dan ke Ryuzu Fall.

Senjogahara adalah tanah rawa yang berada 1400m diatas permukaan laut. Pertama masuk ke senjogahara ini serem banget, kayak hutan jati yang rantingnya pada kering dan daunnya berguguran. Jalanannya sepi gitu, jadi berasa lagi uji nyali teringet film-film jepang tentang hantu. Ada beberapa orang yang lewat, dan ternyata waktu itu jalan menuju senjogahara ditutup. Mungkin bagi orang-orang, mereka udah biasa lewat situ karena dari situ kita bisa menuju ke ryuzu fall dengan berjalan kaki. Tapi karena gk banyak orang yang jalan, kami memutukan untuk kembali ke jalan besar dan menuju ke Ryuzu Fall.







Ryuzu Fall ini letaknya deket banget dari bus stop, tinggal jalan kaki 800 m. Pas ketemu air tejun, gak berhenti-hentinya ngucap syukur Alhamdulillah karena nemu tempat yang cakep banget.
Setelah dari Ryuzu Fall, kami ke Lake Cuzenji dan Futarasan Shrine dan waktu itu hujan sudah turun. Suhu juga sudah berada diangka 8 derajat. Bagi kami yang biasa tinggal di iklim tropis, sungguh kami sangat menggigil kedinginan. Kami tidak jadi masuk ke Futarasan Shrine karena kami sudah kedinginan dan buru-buru ingin masuk ke dalam bus. Namun karena gerimis, kami tidak menungu di bus stop, melainkan di depan pintu masuk futarasan shrine. Alhasil ketika ada bus lewat dan tidak ada penumpang yang turun, kami hanya bisa pasrah menunggu kedatangan bus selanjutnya.

Setelah lama bus tak kunjung datang, akhirnya kami menunggu di seberang jalan berharap bus nya akan datang lebih cepat. Kami berniat untuk mengikuti bus hingga ke pemberhentian terakhir dan ikut kembali ke Nikko Station.
Begitu diperjalanan hujan reda, dan kami melihat senjogahara moor juga di buys stop no. 40. Kahirnya kami turun di bus stop 40, foto-foto sebentar lalu kembali ke bus stop no.

Nikko sangat bagus dikunjungi pada waktu musim gugur...

Senin, 06 Januari 2020

Day 7 : Menikmati Keindahan Gunung Fuji dari Lake Kawaguchi

Setelah melihat prakiraan cuaca hari ini cerah, kami memutuskan untuk mengunjungi Gunung Fuji. Katanya jarang banget yang bisa melihat Gunung Fuji karena lebih sering tertutup awan. Dan perjalanan kita hari ini penuh drama.
Jadi Rute saya mulai dari Hotel tempat saya menginap menuju ke Shinjuku Station karena dari Shinjuku Station saya akan menggunakan Limited Express trains on the Chuo Line menuju ke Otsuki Station. Namun, entah kenapa kereta  Express itu hari itu tidak beroperasi dan kami dialihkan untuk menggunakan piliihan jalur 2, yakni Shinjuku Station-Takao Station-Sagamiko Station-Otsuki Station.

Jadi dari Shinjuku Station, saya naik JR Chuo-Line ke Takao Station dan dari Takao Station saya naik JR Chuo-Line ke Otsuki Station. Tapi karena taifun kemrin, jalur Takao-Otsuki terputus. Sehingga kami harus pindah jalur di Sagamiko station.Dari Sagamiko, baru kami lanjutkan ke Otsuki Station. Perjalanan yang panjang bukan, karena kami harus turun naik kereta pindah jalur. Dari Otsuki station kami lanjutkan dengan kereta non JR Fujikyoku Line menuju ke Kawaguchiko Station. Harga tiketnya 1170 yen  dan ada tambahan biaya 200 yen saat berangkat. Ketika pulang kita bayar 170 yen lagi namun tidah dikenakan charge 200 yen.



Setibanya di Kawaguchiko Station kita naik bus, harganya 1500 yen..Ada 3 warna bus yang melalui 3 rute, yakni warna merah dengan tujuan air Lake Kawaguchi, warna Hijau dengan Tujuan Akhir Saiko-Iyashino-Sato nemba dan warna biru dengan tujuan akhir Lake Yamanaka. Sayang, saya tidak sempat menggunakan bus warna biru karena hari sudah mulai gelap.




Setelah dari lake kawaguchi, kami berganti bus berwarna hijau untuk mengunjungi Iyanisato Nemba. Namun, jam sudah menunjukkan pukul 16.00 dan hari sudah mulai gelap akhirnya kita tidak jadi masuk ke dalam. Untuk masuk kedalam dikenakan HTM 300 yen. Jadi, kita hanya berfoto di jalan saja. 

Tadinya setelah dari lake Kawaguchi kami ingin ke Chureito Pagoda, namun kami tidak sempat karena tiba di Stasiun Kawaguchi saja sudah menujukkan pukul 2 Siang. Perjalanan kami ke Kawaguchi kurang menyenangkan, karena rute yang terlalu panjang sangat membuang-buang waktu dan ketika tiba di Lake Kawaguchi, Mount Fujinya tertutup awan. hari sudah pukul 17.00 dan mulai gelap, kami kembali ke kawaguchi station. Karena kami harus melalui rute pulang yang sangat panjang untuk kembali ke tempat kami menginap.

Minggu, 05 Januari 2020

Day 6 : Indahnya Hamparan Bunga Kochia di Hitachi Seaside Park

Saat malam pertama kami tiba di Tokyo, kami sudah diguyur huja, begitupun ketika menikmati malam di Dotonburi, hujan dan angin. Dan ketika di Arashiyama Bamboo Forest, seharian diguyur hujan. Dan hari inipun , kami melihat perkiraan cuaca Tokyo akan diguyur hujan. Seharusnya kami hari ini ke kawaguchi, namun karena hari intu hujan, kami memutuskan untuk ke kawaguchi ke esokan harinya. Di pagi hari kami akan mengunjungi Tokyo Disneyland untuk sekedar berfoto-foto di Pintu Masuk Tokyo Disneyland. Dari Irori Nihonbashi Hostel dan Kitchen kami naik JM Musashino line ke Nishi-Funabashi Station. Dari Nishi-Funabashi Station, kami naik JE Keiyo Line turun di Maihama Station. Kami tidak sempat mengambil foto bagus, karena waktu itu angin bertiup sangat kencang disertai dengan hujan ringan.


Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan menuju Hitachi Seaside Park. Hitachi Seaside Park ini berlokasi di Prefektur Ibaraki. Hitachi seaside park adalah taman bunga raksasa yang berisi bunga nemophila,narcissus, tulip, poppy, roses, zinia, sunflower, kochia, kosmos dan ice tulip. Kenapa saya memilih mengunjungi Hitachi seaside Park, karena saya ingin melihat bunga kochia berwarna merah yang konon katanya hanya terjadi di bulan oktober.
Dari Maihama Station kita akan menuju Shim-Matsudo Station menggunakan JR keiyo line , lali dlanjutkan dengan Joban Line ke Kashiwa Station. Dari Kashiwa Station kita akan menuju Katsuta Station dengan Hitachi Tokiwa Limited Express dan ini sudah dicover JR Pass. Keretanya lucu sekali berwarna pink. Dari Katsuta Station ke Hitachi Seaside Park tidak tercover JR Pass. Dari Katsuta Station ke Hitachi Seasside Park naik bus harganya 400 yen sekali jalan, 800 yen pulang pergi.  Sedangkan HTM Hitachi Seaside Park sendiri adalah 410 yen untuk dewasa, 210 yen untuk lansia, 80 yen untuk anak sekolah dan gratis untuk balita. Namun, jika kita beli PP sekaligus HTM masuk Hitachi Seaside Park hanya 1080 yen. Oleh karena itu, saya langsung membeli tiket paketan. Tiketnya bisa dibeli didekat katsuta Station. Busnya ada setiap 30 menit sekali. 

     




Perlunya membeli JR Pass saat traveling ke Jepang






Buat kamu yang akan mengunjungi Jepang, pasti bertanya-tanya. Perlukah membeli JR Pass saat traveling ke Jepang? Jawabannya tergantung.Tergantung tempat mana saja yang ingin kamu tuju. Jepang punya banyak sekali moda transportasi, salah satu transportasi yang terkenal di Jepang adalah kereta cepat Shinkansen. Nah kereta shinkansen ini di operasikan oleh perusahaan transportasi di jepang bernama JR (Japan Railway). Jika teman-teman melihat itinerary Jepang yang saya buat beberapa bulan yang lalu, pasti saya akan membeli JR Pass, karena saya akan berpindah-pindah kota selama 7 hari mulai sari Tokyo, Osaka, Kyoto, Kanazawa, Shirakawago, Ibaraki, Kawaguchi, Nikko dan kembali ke Tokyo. Tapi jika teman-teman hanya stay di Tokyo, kalian cukup membeli Tokyo Subway Metro Ticket, Pasmo atau Suica. Namun, kartu tokyo Subway metro Ticket ini tidak bisa digunakan di jalur JR.
JR Pass hanya bisa dibeli oleh wisatawan mancanegara, sedangkan warga jepang sendiri jika ingin naik kereta JR harus membeli tiket satuan. Puas sekali bukan, kita bisa naik kereta shinkansen sepuasnya selama 7 hari. Harga JR Pass adalah 29.650 yen untuk 7 hari atau sekitar 3,5 Juta. Tapi kalian bisa mendapatkan diskon jika kalian pintar mencari promo. 
Misalkan saja pesawat Kita Mendarat di Tokyo dan kita ingin pergi ke Osaka. Jika kita membeli tiket satuan dari Tokyo Station ke Osaka Station harganya 14.920 yen atau setara dengan 1,9 Juta untuk sekali jalan. Jadi sangat worth it jika kalian menggunakan JR Pass untu keliling Jepang.
Selain, memiliki banyak trasnportasi, Jepang juga memiliki berbagai macam kartu transportasi. Jadi, sebelum membeli kartu transportasi, kalian harus menentukan terlebih kota mana yang akan kalian tuju. 
  1. Jika kalian berada di kanto area dan kalian ingin mengunjungi Nikko, Ibaraki, Kawaguchi, kalian  bisa membeli Tokyo Wide Pass, Gala Yuzawa, kalian bisa membeli JR Tokyo Wide Pass seharga 10.180 yen untuk dewasa dan 5.090 yen untuk anak-anak.Kartu ini bisa digunakan untuk mengelilingi wilayah Kanto Selama 3 Hari.
  2.  Jika kalian ingin mengunjungi Osaka dan Kyoto saja, kalian bisa membeli Kyoto-Osaka Sightseeing pass seharga 800 yen untuk satu hari dan 1200 yen untuk 2 hari. Dan jika kalian hanya ingin mengunjungi osaka saja, kalian bisa menggunakan Osaka Amazing Pass.
  3. Jika kalian ingin berada di wilayah Kyoto Saja, kalian bisa menggunakan Kyoto Sightseeing Pass 1 hari seharga 600 yen. Kyoto Sightseeing Pass bisa digunakan di Keihan Railway, namun tidak bisa digunakan di jalur JR. Dan jika kalian ingin berkeliling Tokyo dengan bus kalian bisa membeli Kyoto Bus pass 1 day seharga 60 yen. Karena kebanyakan tempat wisata di kyoto di lalui oleh jalur bus.
  4. Jika kalian ingin mengunjungi nikko selama 4 hari, kalian bisa membeli Nikko Pass All Area di Asakusa atau Ikebukuro Station seharga 4600 yen untuk dewasa dan 1180 yen untuk anak-anak. Dan jika kalian hanya ingin mengunjungi Nikko world heritage Area, kalian bisa membeli Nikko Worl Heritage Area Pass seharga 2040 yen untuk dewasa dan 610 yen untuk anak-anak. Bagi kalian penguna JR pass, tranportasi hanya di cover sampai JR Nikko station. Dan jika kalian hanya ingin mengunjungi nikko selama 2 hari, kalian bisa menggunakan 2 Days Nikko Pass seharga 2670 yen untuk dewasa dan 1340 yen untuk anak-anak.

Simulasi hitung-hitungan JR Pass ala saya :
JR PassTiket JR (Harga Satuan)
Tokyo Station-Osaka Station29.65014920
Osaka Station-Kyoto Station570
Kyoto Station-Kanazawa Station7220
Kanazawa Station-Tokyo Station14580
Tokyo Station-Otsuki Station-Tokyo Station5080
Tokyo Station-Hitachi Station-Tokyo Station9760
Tokyo Station-Utsunomiya Station-Nikko Station6200
Nikko Station-Utsunomiya Station-Tokyo Station6200
29.65064.530

Ditambah selama 1 hari keliling Kyoto saya juga menggunakan JR Pass untuk ke arashiyama bamboo Forest, namun tidak saya masukkan ke dalam tabel. Sudah sangat menguntungkan sekali bukan menggunakan JR Pass bila kita bandingkan jika kita membeli tiket dengan harga satuan.
Bagi kamu yang ingin menggunakan JR Pass, kamu bisa membeli di Traveloka, Klook, His Travel, KK Day. Jika kalian beurntung, kalian bisa membeli JR Pass dengan harga yang lebih murah. kalian bisa menukarkan voucher pembelian dengan JR Pass seperti gambar diatas di Soekarno Hatta International Airport atau bisa juga diantar ke rumah. Dan JR Pass hanya bisa diaktivasi di Jepang sesuai dengan tanggal penggunaan yang kamu masukkan saat pemesanan. Kamu dapat melakukan aktivasi di narita airport, Haneda Irpost, Tokyo Station dan stasiun-stasiun besar lainnya di Jepang.

Kamis, 02 Januari 2020

Day 5 : Shirakawa-Go, Unesco World Heritage Site


Shirakawa-Go adalah salah satu tempat wisata yang wajib di kunjungi di Prefektur Gifu. Shirakawa-Go terdaftar sebagai UNESCO World Heritage Site sejak tahun 1995. Shirakawa-Go memiliki lebih dari 100 Rumah Gassho dan sampai sekarang, penduduk lokal masih tinggal di Rumah Gassho. Banyak cara menuju ke Shirakawa-Go, bisa dari Kanazawa,Toyama dan Tateyama. Karena saat itu saya menginap di Blue Hour Kanazawa, saya naik bus dari kanazawa statsion. Untuk rute kanazawa-Shirakawago tidak tercover oleh JR Pass. kami sudah memesan bus dari jakarta, harganya 4000 yen PP dengan nohi bus. Berangkat dari stasiun kanazawa pukul 08.10 dan kembali dari shirakawago pukul 16.20. 
kanazawa station






Shirakawo-go sangat cocok dikunjungi pada musim gugur dan musim salju. Kita akan melihat rumah-rumah gassho seperti suku eskimo

Rabu, 01 Januari 2020

Day 3-4 ; Welcome to Kyoto

Day 1 : Arashiyama Bamboo Forest-Tenryuji Temple-Jembatan Togetsukyo-Sungai Hozugawa-Kimono Forest-Nijo Castle

Karena kita melewatkan untuk mengunjungi Hirsohima, maka kita memutuskan untuk mengunjungi Kyoto selama 2 hari. Hari pertama kita akan keliling kyoto dengan shinkansen dan di hari ke 2 kita akan keliling kyoto dengan kyoto city buss pass. Setelah sarapan pagi dengan pop mie, kami langsung check-out hotel menuju statsiun Osaka ke stasiun Kyoto dengan kereta JR Tokaido-Sanyo Line. hanya menempuh waktu 30 menit kami sudah tiba di kyoto station. 
Setibanya di Kyoto Station, kita langsung check-in penginapan untuk menitipkan koper di Kyoto Gueshouse Hostle. Hostlenya sangat nyaman, yang saya sayangkan letaknya yang jauh dari statiun membuat kita harus berjalan 1,5 km. Seharusnya saya memilih hotel yang dekat dengan kyoto station jadi lebih mudah kemana-mana. Setelah menitipkan koper, kami mengunjungi tempat wisata yang paling jauh dulu di sebelah barat kyoto, yakni Arashiyama Bamboo Forest. Dari Kyoto Guesthouse hostel kami menuju ke Kyoto Station dengan JR Nara Line. Karena Kyoto station merupakan statsiun utama dan terbesar di kyoto, jadi kalo mau kemana-kemana kita harus ke kyoto stasiun terlebih dahulu. 
Dari Kyoto Station kita menuju ke Arashiyama Bamboo Forest dengan JR Arashiyama. Kita akan berhenti sampai diperhentian terakhir, yakni stasiun arashiyama. Dari Stasiun Arashiyama, jalan kaki 700m. Untuk HTM nya gratis. Ternyata arashiyama bamboo forest ramai sekali. Setiap turis yang datang ke Jepang wajib mengunjungi arashiyama bamboo Forest. Ternyata sulit sekali untuk berfoto disini, karena banyak sekali wisatawan yang berkunjung, padahal hari itu sedang turun hujan. Dan hanya inilah foto yang bisa saya dapatkan.Inipun harus masuk ke tempat terlarang. Jadi ada beberapa tempat di arashiyama yang hanya bisa dimasuki apabila kita menyewa becak. Saya lupa harganya berapa, dan ini penampakannya. Jadi, becaknya ditarik oleh supirnya dari depan.


Mungkin tempat tesembunyi ini yang menghasilkan foto-foto bagus di instagram. Ini foto saya di Arashiyama Bamboo Forest, tapi jatohnya kayak lagi foto dikebun singkong.

arashiyama bamboo forest

Di arashiyama ini banyak sekali jajanan yang bisa kita coba, namun saya meragukan kehalalannya. Ada baby octapus, kopi % arabica dan Ice Cream Matcha yang paling ngehits. Saya hanya mencoba ice cream rasa mangga padahal waktu itu sedang turun hujan. Dan di arashiyama banyak sekali yang menjual cemilan-cemilan, seperti sosis bakar, kepiting, dll. Saya tidak membeli dikarenakan saya tidak tau apakah makanan itu halal atau tidak.



Banyak sekali temple-temple di arashiyama yang bisa dikunjungi, namun karena hari ini turun hujan, kami hanya mengunjungi kimono forest, tenryuji temple, jembatan Togetsukyo, dan sungai hozugawa karena letaknya yang berdekatan.
tenryuji temple
hozagawa river

                  
Togetsukyo bridge


























Di jalan pulang dekat stasiun, kami menemukan sebuah tempat cantik kimono forest dan diakhiri dengan sesi foto di pinggir rel.

Kimono Forest
               



Distasiun, kami menyempatkan untuk berfoto di JR Arashiyama Station

      

Berikut adalah daftar tempat wisata di kyoto yang bisa kalian temukan di JR Arashiyama Station. Saya hanya mengunjungi No. 2,3,4 dan 8.
           

Selanjutnya, kita kembali ke kyoto station. Dari Kyoto Station kami naik Jr San-In Line menuju Nijo Station.  Sebenarnya, Nijo Castle tidak masuk dalam tujuan wisata kami, namun karena jalur ke NIjo Castle tercover oleh JR pas, jadi kita memutuskan untuk pergi kesana. Dari Nijo Station kita harus menempuh 1,1 km untuk sampai di Nijo Castle dibawah gerimis hujan. Dan tiba disana, tempat wisatanya sudah tutup. So, Sad...





Day 2 : Fushimi Inari Taisha, Gion, Yasaka Shrine, Kiyumizudera
Pagi-pagi sekali kami sudah keluar hotel untuk mengunjungi Fushimi Inari Taisha karena jika kami kesiangan akan sulit untuk berfoto-foto karena sudah penuh orang.Dari Kyoto Tsukiyusagi Guest House jalan kaki 1,5 k ke  Rokujizo Station naik kereta JR line turun di Inari Station. Dari Inari Station sudah telihat Fushimi-Inari Taisha Shrine hanya beberapa meter dari stasiun. Sangat bahagia sekali rasanya menemukan tempat wisata yang dekat dengan stasiun.




Saya tidak mengerti apa yang sedang dilakukan orang-orang jepang Fushimi Inari Tasiha Shrine. Sepertinya mereka mencuci muka atau meminum air lalu berdoa agar mendapat keberuntungan. Saya tidak mencobanya karena saya tidak percaya hal-hal seperti itu, jadi saya melanjutkan perjalanan ke Fushimi-Inari Taisha. Jadi Fushimi Inari Taisha ini adalah Tori Gate yang terbentang sampai di atas bukit. Namun saya tidak mencapai keatasnya, karena kelelahan. Jadi kami hanya berfoto-foto dibawah saya.







Saya juga tidak tau apa yang mendasari semua Shrine di Jepang memiliki Tori Gate yang sama. Setelah dari Fushimi Inari Tasiha, kami kembali ke Kyoto Station. Kami akan membeli Kyoto Bus Pass seharga 600 yen yang dapat kita gunakan untuk keliling kyoto dengan Bus hingga pukul 12.00 malam. Pass ini dapat dibeli di dalam kyoto station.






Selanjutnya tempat yang kita kunjungi adalah Gion Distrik, kami akan mengunjungi Kiyomizudera, Sanenzaka Slope dan Yasaka Shrine. jadi banyak sekali nomor bus untuk menuju kesana. Waktu itu saya naik bus no 206 . Setau saya semua nomor bus akan melewati Kiyomizudera. lalu kita berjalan 700 meter untuk smpai di Kyumizudera. Yang saya suka dari kyoto, masih kental budayanya. Banyak sekali wisatawan yang memakai kimono disana. 

   

Tidak jauh dari Kyumizudera, ada sebuah pagoda ditengah gang-gang sempit, yakni Sanenzaka Slope.
Saya tidak sempat berfoto di Yasaka Shrine karena letaknya di pinggir jalan jadi temple ini sangat dipenuhi oleh pengunjung. Setelah perut terasa keroncongan, kami mencari makan Ramen Halal Naritaya Gion Distrik. Ternyata letaknya tidak jauh dari Yasaka Shrine hanya berjarak 550 m. Kami sempat mencari-cari karena tempatnya yang kecil. Akhirnya kami menemukan juga Halal Ramen Naritaya. Bahagia rasanya ketika kita bertemu dengan sesam orang indonesia yang sama2 muslim. Ramen disini dipatok dengan harga 800 yen untuk ukuran standar, 900 yen untuk ukuran large dan 1000 yen untuk ukuran ekstra large. Kami memesan ukuran  large karena kami sangat lapar. Ternyata porsi ramen di Jepang benar-benar besar sehingga saya tidak mampu menghabiskannya. Perut saya hanya mampu menampun ramen ukuran standar, namun karena kami lapar mata jadilah kami memesan ramen dengan ukuran large. Untuk kuah ramennya enak, ada irisan ayam telur setengah matang, tauge dan wijen diatasnya. 

Setelah itu kami kembali ke hotel untuk mengambil koper dan kami akan melanjutkan perjalanan ke kanazawa dengan menaiki Jr Thunderbird. Kami akan menginap di Kanazwa, karena besok pagi kami akan mengunjungi shirakawa-go.
Setiap kota-kota dijepang selalu suka sama tutup lobang jalanan. Setiap jalan menggambarkan tempat wisata yang ada di daerah ini tersebut. Ini salah satunya saya berfoto dengan tutup jalan dengan gambar Kyoto Imperial Palace.